Dani, Moni, dan Semut Api

Aku menatap ke depan. Urat-urat si pemilik jari di hadapanku menyembul. Cengkeramannya begitu kuat, sampai-sampai aku mundur beberapa langkah. Aku tidak bisa mengukur seberapa besar tangan tersebut dibandingkan dengan tubuh mungilku. Aku takut sekali, alih-alih tetap mempertahankan cengkeramannya, jari-jari itu akan melepaskannya dan malah mencengkeram, meremukkan badanku. Aku bergidik. Aku memperhatikan jari-jari itu selama satu… Continue reading Dani, Moni, dan Semut Api

Advertisements